StockReview.id – PT Asuransi Jiwa Sequis Life resmi membuka Sequis Center Medan sebagai bagian dari strategi ekspansi untuk memperluas penetrasi pasar di wilayah Sumatra Utara. Kehadiran fasilitas ini menyusul peresmian Sequis Center Bali pada awal 2026.
President Director & CEO Sequis Life, Ted Margono, menjelaskan bahwa Sequis Center Medan dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah serta mendukung aktivitas operasional dan tenaga pemasar.
Fasilitas ini menghadirkan konsep Regional Service Center (RSC) yang memungkinkan nasabah mendapatkan layanan tatap muka, mulai dari pembayaran premi, pembaruan data, pengajuan klaim, hingga konsultasi produk. Selain itu, tersedia Regional Training Center (RTC) yang difokuskan pada pelatihan berkelanjutan bagi agen pemasaran.
Melalui penguatan kompetensi tenaga pemasar, Sequis Life berharap dapat meningkatkan literasi asuransi di masyarakat sekaligus memperluas jangkauan edukasi keuangan.
Ted menilai bahwa potensi pasar asuransi di Sumatra Utara masih sangat besar, meskipun menghadapi tantangan daya beli dan dinamika ekonomi global. Menurutnya, kondisi tersebut justru meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan finansial melalui asuransi jiwa dan kesehatan.
Untuk memperkuat distribusi, Sequis Life juga meresmikan kantor pemasaran baru di kawasan Medan Timur, yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak nasabah potensial di wilayah tersebut.
Dari sisi kinerja keuangan, hingga Februari 2026 (unaudited), Sequis Life mencatat premi bruto sebesar Rp523,8 miliar, laba bersih Rp86,3 miliar, dan total aset mencapai Rp23,2 triliun. Rasio kecukupan modal (RBC) tercatat sebesar 566%, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator, mencerminkan kondisi keuangan yang solid.
Selain itu, total klaim dan manfaat yang telah dibayarkan perusahaan mencapai Rp221,8 miliar hingga periode yang sama.
Melalui ekspansi ini, Sequis Life optimistis dapat memperkuat posisinya di pasar regional sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan perlindungan jangka panjang.












