StockReview.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat kinerja solid pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan laba bersih yang signifikan. Hingga Maret 2026, perseroan membukukan laba setelah pajak sebesar Rp86 miliar, meningkat 42% dibandingkan Rp60 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai Rp25,2 triliun atau naik 24% secara tahunan. Seiring itu, total aset Bank Jago turut meningkat menjadi Rp39,5 triliun dari Rp32,5 triliun pada kuartal I 2025.
Dari sisi pendanaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp26,4 triliun atau tumbuh 23% secara tahunan. Komposisi dana murah (CASA) tercatat sebesar 53% atau Rp13,9 triliun, sementara deposito menyumbang Rp12,5 triliun.
Direktur Utama Arief Harris Tandjung menyatakan peningkatan DPK mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat terhadap layanan Bank Jago.
Selain itu, jumlah nasabah juga terus bertambah signifikan. Hingga akhir kuartal I 2026, Bank Jago melayani 19,4 juta nasabah, meningkat dari 16,3 juta pada periode yang sama tahun lalu. Sebanyak 15,2 juta di antaranya merupakan pengguna aplikasi Jago.
Di tengah ekspansi bisnis, perseroan tetap menjaga kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang terjaga di level 0,8%. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level kuat sebesar 29,9%, serta loan to deposit ratio (LDR) sebesar 95%.
Kinerja ini menegaskan posisi Bank Jago sebagai bank berbasis teknologi yang mampu tumbuh agresif dengan tetap menjaga fundamental dan manajemen risiko yang solid.








