PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mulai menyalurkan gas bumi ke PT Petrokimia Gresik (PKG) demi mendukung industri pupuk.

StockReview.id – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) menargetkan proyek pipa transportasi minyak Blok Rokan segera beroperasi penuh. Lewat anak usahanya, PT Pertagas, PGAS menyelesaikan pembangunan jaringan pipa transmisi minyak sepanjang 367 km.

Jaringan pipa tersebut membentang dari Minas-Duri-Dumai dan Koridor Balam-Bangko-Dumai (WK Rokan PSC). Potensial volume yang bisa ditampung jaringan pipa minyak ini mencapai 265.000 barel per hari.

Direktur Infrastruktur & Teknologi PGAS Achmad Muchtasyar mengungkapkan pada kuartal I-2022 pipa transmisi minyak ini sudah memulai operasi parsial dengan volume 19.000 barel per hari. Selanjutnya, operasi penuh ditargetkan pada akhir kuartal keempat 2022 dengan volume 140.000 barel-160.000 barel per hari.

“Harapannya dari proyek ini dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan PGAS di segmen oil transportation. Proyek ini merupakan salah satu sinergi holding dan sebagai penguatan infrastruktur,” ujar Muchtasyar dalam paparan publik virtual, Senin (28/11/2022).

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PGAS Fadjar Harianto Widodo memperkirakan saat pengoperasian penuh pada tahun depan, pipa transmisi minyak Rokan bisa memberikan kontribusi pendapatan hingga US$ 140 juta. Jumlah itu setara dengan Rp 2,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 15.722,4 per dolar AS.

“Di tahun 2023 sudah full onstream. Harapannya kita bisa mendapatkan tambahan pendapatan. Dari Pipa Rokan ini dampak revenue di US$ 130 juta-US$ 140 juta,” terang Fadjar.

Sedangkan untuk tahun 2022, pipa Rokan ditaksir mampu menyumbang pendapatan sekitar US$ 30 juta. Sebab, tahun ini masih beroperasi secara parsial dengan proses peningkatan (ramp up). Hasil ini akan memperkuat pendapatan PGAS di segmen penyaluran atau transportasi minyak mentah.