StockReview.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan peningkatan porsi free float saham hingga mencapai 15% dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Langkah ini sejalan dengan dorongan regulator dan kebutuhan pasar untuk meningkatkan likuiditas serta transparansi perdagangan saham.
Saat ini, free float BSI tercatat berada di level 9,33%. Wakil Direktur Utama BSI, Bob Tyasika Ananta, menyampaikan bahwa perseroan telah memiliki rencana untuk meningkatkan porsi saham publik tersebut secara bertahap.
Dalam jangka pendek, BSI menargetkan free float dapat meningkat ke kisaran minimal 10% sebelum akhirnya mencapai 15%. Target ini juga mengacu pada standar global, termasuk persyaratan indeks MSCI yang mensyaratkan tingkat free float lebih tinggi untuk meningkatkan daya tarik saham di pasar internasional.
Meski demikian, realisasi peningkatan free float masih bergantung pada persetujuan pemegang saham pengendali, termasuk Danantara dan pihak terkait lainnya. Manajemen menegaskan bahwa setiap rencana akan melalui proses persetujuan yang matang dari para pemegang saham.
BSI memandang peningkatan free float sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan likuiditas saham serta menarik minat investor, baik domestik maupun global. Hal ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu bank syariah terbesar di Indonesia.
Namun demikian, manajemen memastikan bahwa rencana tersebut tidak akan direalisasikan dalam waktu dekat. Implementasi peningkatan free float diperkirakan baru akan berlangsung dalam jangka menengah, yakni sekitar tiga tahun ke depan.
Dengan strategi bertahap tersebut, BSI berharap dapat menyeimbangkan kepentingan pemegang saham sekaligus meningkatkan daya saing sahamnya di pasar modal.









