Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan stok beras kali ini bakal melimpah lantaran memasuki musim panen raya 2023.

“Sekarang kita sudah masuk ke panen raya dan memang daerah unggulan itu termasuk Grobogan yang berada di peringkat 10 besar Indonesia terus memperlihatkan produktivitas yang luar biasa,” ujar Mentan dalam pernyataan tertulisnya yang dikutip Jumat (13/1).

Berdasarkan amatan standing crop citra satelit Kementan, pada Februari Indonesia bisa memiliki stok beras hingga 4,3 juta ton. Dengan angka tersebut, posisi beras Indonesia dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Saya kira musim tanam 2021 2022 ini cukup bersahabat dan kalau saya lihat hasil yang ada di sini maksimal karena ada banyak varietas seperti ciherang dan inpari 32. Disini hasilnya juga saya kira cukup bagus dan bisa memperkuat posisi beras nasional,” sambungnya.

Namun demikian, sepanjang 2023 ini sektor pertanian masih akan dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem sehingga memengaruhi produktivitas pertanian.

“Kita memang harus bergerak lebih cepat tetapi kita juga tidak boleh pede menghadapi 2023. Apalagi ada cuaca ekstrim global dan peringatan dunia tentang krisis,” lanjutnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi berharap, panen raya tahun ini bisa menciptakan iklim harga yang sehat.

“Karena itu setiap daerah harus melakukan mapping rawan kekeringan dengan membentuk brigade air, menggunakan benih tahan kekeringan dan pengendalian OPT. Inilah saatnya hasil panen raya bisa diserap sebanyak banyaknya,” pungkasnya.