StockReview.id – Harga crude palm oil (CPO) alias minyak sawit mentah turun di awal tahun 2023. Harga CPO kontrak Maret 2023 di Bursa Derivatif Malaysia naik ke RM 3.852 per ton. Namun, angka itu lebih rendah dibandingkan dengan penutupan harga CPO pada penutupan tahun 2022, harga CPO, yakni RM 4.174 per ton.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi mengatakan Indonesia telah melakukan langkah untuk memperkuat harga CPO lewat pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Dalam pertemuan itu, kedua negara memberikan ultimatum kepada Eropa terkait diskriminasi CPO.

Selain itu, prospek resesi global juga akan mempengaruhi harga komoditas, termasuk CPO. Ibrahim mengatakan, efek resesi global kemungkinan besar akan terlihat pada kuartal kedua 2023. Walaupun, inflasi terus mengalami penurunan, tetapi bukan berarti turunnya inflasi meniadakan resesi.

Kondisi geopolitik global juga akan mempengaruhi harga CPO, termasuk masih berkecamuknya perang antara Ukraina dan Rusia. Perang ini masih cukup sengit, dengan keterlibatan NATO, Amerika Serikat (AS), dan Inggris.

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, harga CPO kemungkinan akan tetap menguat meskipun tidak banyak. Permintaan dari China setelah membuka ekonomi kembali, permintaan untuk biodiesel, dan rencana pembatasan ekspor CPO oleh Malaysia akan menguatkan harga secara short-term.

Harga CPO akan berada di kisaran RM 2.800 per ton-RM 3.000 per ton hingga akhir tahun. Ibrahim memprediksi kisaran harga CPO adalah RM 3.500 per ton–RM 4.000 per ton. Sedangkan di semester kedua 2023, harga CPO ada di kisaran RM 3.300 per ton-RM 4.200 per ton.