Foto: Ilustrasi.

StockReview.id – Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sektor pertanian sejak tahun 2020 hingga 2022 selalu melampaui target.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan realisasi KUR sektor pertanian pada 2020 mencapai Rp 55,30 triliun atau 110,62% dari target yang ditentukan Rp 50 triliun. KUR tersebut paling banyak mengalir ke perkebunan sebesar Rp 20,37 triliun.

Dari jumlah penyaluran KUR pertanian tersebut, non performing loan (NPL) atau pinjaman bermasalah tercatat 0,03%.

Kemudian realisasi KUR sektor pertanian pada tahun 2021 tercatat Rp 85,62 triliun atau 122,31% dari target Rp 70 triliun. Adapun NPL kredit ini sebesar 0,6%.

Penyaluran KUR sektor pertanian di 2021 paling banyak digunakan untuk KUR pangan senilai Rp 26,81 triliun, diikuti KUR perkebunan sebesar Rp 20,28 triliun.

Lebih lanjut, Syahrul menyebut, realisasi KUR pertanian pada tahun 2022 tembus Rp 113,43 triliun atau 126,04% dari target sebesar Rp 90 triliun. KUR tersebut paling banyak menggelontor ke perkebunan yang mencapai Rp 30,08 triliun. Pembiayaan KUR sektor pertanian pada akhirnya akan bermanfaat bagi negara.