StockReview.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan selama tahun 2022, belanja negara berhasil menembus Rp3.090,7 triliun.

Dia menekankan belanja pegawai relatif dijaga dan tidak mengalami kenaikan signifikan, hanya 3,5%. Sedangkan belanja barang mengalami penurunan karena belanja untuk PC-PEN menurun sangat tajam 20,2%, menjadi hanya Rp422 triliun dari Rp529 triliun di 2021.

“Belanja modal kita tetap stabil di Rp238 triliun dan belanja bantuan sosial Rp461 triliun,” ujar Sri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/1).

Hal yang menonjol adalah belanja untuk subdisi energi di tahun 2022. Angkanya bahkan mencapai Rp551 triliun.

“Ini untuk menjaga masyarakat dari guncangan harga komoditas energi yang melonjak hingga 2-3 kali lipat pada tahun 2022. Sehingga, masyarakat kita hanya merasakan kenaikan hingga 30% untuk Pertalite dan dieselnya,” ungkap Sri.

Hal ini berbeda dengan negara-negara lain yang kenaikan harga komoditas energinya luar biasa tinggi.

“Tadi juga dievaluasi agar belanja tidak terkonsentrasi di kuartal terakhir sehingga kita harapkan untuk tahun 2023, akselerasi belanja akan ditingkatkan, terutama dengan menggunakan e-katalog dan produk yang diproduksi dalam negeri, TKDN menjadi penting,” tambah Sri.

Dia mengatakan bahwa hal ini ditujukan untuk memperkuat pemulihan ekonomi RI.

“Tahun ini, kita lihat dengan melemahnya negara-negara lain tentunya akan mempengaruhi ekspor RI,” pungkas Sri.