Ekonomi Bisnis

Kebutuhan LPG Naik Impor Tembus 83 Persen Awal 2026

×

Kebutuhan LPG Naik Impor Tembus 83 Persen Awal 2026

Sebarkan artikel ini

Kebutuhan LPG naik jadi 26.000 ton per hari, impor meningkat hingga 83,97% untuk penuhi konsumsi nasional.

Foto: Ilustrasi Gas LPG 3 Kg.

StockReview.id – Kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional mengalami peningkatan pada awal 2026, yang berdampak pada naiknya ketergantungan impor untuk memenuhi konsumsi dalam negeri.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan LPG harian meningkat menjadi 26.000 metrik ton, naik dari sebelumnya sekitar 25.000 metrik ton per hari pada 2025. Kenaikan ini mendorong porsi impor LPG melonjak menjadi 83,97% dari total kebutuhan nasional.

Impor LPG Indonesia masih didominasi oleh pasokan dari Amerika Serikat dengan kontribusi sekitar 68,91%. Selain itu, pasokan juga berasal dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Australia, Kuwait, hingga China.

Kondisi ini mencerminkan bahwa produksi LPG dalam negeri masih belum mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat, sehingga ketergantungan terhadap impor tetap tinggi.

Di tengah tantangan geopolitik global, pemerintah mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga ketahanan energi. Salah satunya melalui optimalisasi kilang dalam negeri, termasuk proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang diarahkan untuk meningkatkan produksi LPG.

Selain itu, pemerintah juga mendorong diversifikasi sumber impor dengan mencari pasokan dari negara di luar kawasan Timur Tengah guna mengurangi risiko gangguan distribusi, khususnya terkait isu Selat Hormuz.

Pemerintah turut menginstruksikan agar produksi LPG dalam negeri diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat, terutama LPG subsidi 3 kg, dengan melibatkan kilang swasta untuk memasok ke Pertamina Patra Niaga.

Meski ketergantungan impor meningkat, pemerintah memastikan pasokan LPG nasional dalam kondisi aman dengan cadangan yang telah mencapai lebih dari 10 hari serta tambahan pasokan yang segera masuk.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas pasokan energi tetap terjaga di tengah dinamika global yang terus berkembang.