News

Bahlil Instruksikan Pembangunan Pabrik LPG di Kaltim Usai Penemuan Gas Raksasa

×

Bahlil Instruksikan Pembangunan Pabrik LPG di Kaltim Usai Penemuan Gas Raksasa

Sebarkan artikel ini

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia proseskan pembangunan pabrik LPG di Kalimantan Timur usai penemuan gas raksasa 5 Tcf di Blok Ganal guna tekan impor.

Foto: Istimewa.

StockReview.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tekstil Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk segera mengkaji jenis gas di Sumur Geliga-1, Blok Ganal, Kalimantan Timur. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas penemuan cadangan gas raksasa oleh perusahaan asal Italia, Eni.

Penemuan di Cekungan Kutei tersebut diproyeksikan memiliki cadangan hingga 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas dan 300 juta barel kondensat. Bahlil menekankan pentingnya pengecekan kandungan senyawa dalam gas tersebut untuk menentukan langkah hilirisasi berikutnya.

“Saya meminta kepada Kepala SKK Migas untuk memeriksa jenis gasnya. Kalau C3 dan C4-nya cukup, maka kita akan bangun langsung industri LPG di Kalimantan Timur untuk memenuhi kebutuhan domestik, ” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Strategi Tekan Impor dan Dukung Industri

Rencana pembangunan pabrik LPG ini menjadi strategi krusial mengingat ketergantungan Indonesia terhadap impor masih tinggi.Saat ini,konsumsi LPG domestik mencapai 8,5 juta ton,sementara kapasitas produksi nasional hanya berada di angka 1,5 juta ton.

Kebutuhan LPG diprediksi akan melonjak hingga 10 juta ton pada tahun 2027.Peningkatan ini didorong oleh operasional industri petrokimia raksasa seperti PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) yang membutuhkan pasokan besar.

Ini adalah strategi agar kita tidak melakukan impor dari negara manapun.Kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mendorong gas ini untuk hilirisasi industri,” tambah Bahlil.

Penerapan ‘Survival Mode’ dan Tim Percepatan

Guna memastikan proyek ini mulai berjalan pada tahun 2028,Menteri ESDM telah membentuk tim khusus percepatan yang dipimpinnya langsung.Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi hambatan birokrasi yang dapat memperlambat pelaksanaan proyek strategis nasional ini.

Bahlil nasional mengistilahkan percepatan ini sebagai “kakaknya akselerasi” mengingat urgensi ketahanan energi saat ini.Ia meminta SKK Migas dan Wakil Menteri ESDM untuk melakukan asistensi teknis secara melekat.

“Di tengah kondisi seperti ini,Diperolehmode bertahan hidup.Tidak ada kata untuk memperlambat,hanya ada satu kata:mempercepat,” pungkasnya.