StockReview.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) berencana melakukan diversifikasi usaha dengan merambah bisnis data center dan infrastruktur komputasi. Rencana ini akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 21 April 2026.
Mengacu pada keterbukaan informasi, perseroan akan menambahkan dua kode KBLI baru yakni aktivitas pengolahan data serta penyediaan infrastruktur komputasi, termasuk layanan hosting. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan energi panas bumi yang dimiliki.
PGEO juga tengah menyiapkan proyek data center berkapasitas 5 MW yang berlokasi di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Fasilitas ini akan memanfaatkan pasokan listrik berbasis energi geothermal, sehingga diharapkan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Manajemen menyebutkan bahwa ekspansi ini tidak hanya menyasar kebutuhan internal grup, tetapi juga membuka peluang pasar dari BUMN, instansi pemerintah, hingga pelanggan global. Lokasi di dataran tinggi dinilai memberikan keunggulan tambahan, terutama dalam efisiensi sistem pendinginan pusat data.
Selain bisnis data center, PGEO juga berencana mengembangkan layanan penyewaan mesin dan peralatan, termasuk generator berbasis hydrogen fuel cell. Inisiatif ini menjadi bagian dari pengembangan solusi energi alternatif di luar panas bumi.
Berdasarkan studi kelayakan independen, rencana ekspansi tersebut dinilai layak dari sisi pasar, teknis, dan keuangan. Perseroan optimistis langkah diversifikasi ini dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat posisi di sektor energi dan teknologi.












