PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menandatangani kerja sama untuk jamin pasokan aluminium rendah karbon yang stabil ke Hyundai Motor Company.

StockReview.id – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menandatangani kerja sama untuk jamin pasokan aluminium rendah karbon yang stabil ke Hyundai Motor Company. Kerja sama ini dilakukan oleh Jaehoon Chang selaku Presiden dan CEO Hyundai Motor Company dan Garibaldi Thohir selaku Presiden Komisaris Adaro Minerals Indonesia di Bali.

Aluminium hijau Indonesia digolongkan sebagai aluminium berkarbon rendah karena sumber listriknya berasal dari PLTA. Produk tersebut diharapkan dapat memenuhi kebijakan netralisasi karbon Hyundai Motor Company di tengah peningkatan permintaan aluminium di antara para produsen otomotif global saat ini.

Kerja sama ini untuk membentuk sistem yang komprehensif dan kooperatif untuk pasokan aluminium dari Adaro Minerals melalui anak perusahaannya PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI). Kalimantan Aluminium Industry merupakan perusahaan terbatas yang secara mayoritas dimiliki oleh PT Adaro Indo Aluminum (AIA). Adapun PT Adaro Indo Aluminum (AIA) mayoritas sahamnya dimiliki oleh Adaro Minerals Indonesia.

Pada tahapan awal Kalimantan Aluminium Industry beroperasi, pihaknya akan memasok aluminium untuk Hyundai Motor Company. Pada negosiasi pertama, Hyundai Motor berhak membeli aluminium rendah karbon tersebut dengan volume offtake (belum ditentukan) di kisaran sekitar 50.000 ton per tahun sampai 100.000 ton per tahun.

Presiden Direktur Adaro Minerals Indonesia Christian Ariano Rachmat mengatakan, kerja sama ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap proses hilirisasi mineral Indonesia di kawasan industri hijau terbesar dunia yang berlokasi di Kalimantan Utara.

“Kerja sama ini melibatkan Hyundai Motor Company yang memiliki rekam jejak, pengalaman, dan teknologi mutakhir untuk kendaraan listrik,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (13/11/2022). Christian berharap smelter aluminium Adaro Minerals dapat mencapai tanggal operasi komersial (COD) pada kuartal pertama 2025 dengan kapasitas produksi 500.000 ton per tahun di tahap awal.

Jaehoon Chang, Presiden dan CEO Hyundai Motor Company menjelaskan, Hyundai Motor Company telah mulai mengoperasikan pabriknya di Indonesia serta aktif bekerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang.

“Perusahaan dapat bersinergi dalam industri otomotif ke depannya, misalnya dengan berinvestasi di perusahaan patungan yang memproduksi sel baterai,” jelasnya.

Jaehoon berharap kerja sama dengan smelter aluminium ini diharapkan akan memperkuat hubungan kerja sama antara Hyundai Motor Company dan Indonesia demi sinergi yang lebih kuat. Berdasarkan kerja sama dalam produksi mobil, sel baterai dan aluminium di Indonesia, Hyundai Motor Company akan terus mencari bidang-bidang kerja sama untuk mencapai kepemimpinan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia ke depannya.