StockReview.id – PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (MSIG Life) resmi menggandeng PT Bank Nano Syariah (Nanobank Syariah) untuk menghadirkan solusi perlindungan jiwa berbasis syariah melalui peluncuran produk Asuransi Jiwa Smile Wealth Guard Syariah (SIAGA).
Produk ini merupakan asuransi jiwa dwiguna (endowment) yang dirancang untuk membantu masyarakat dalam merencanakan keuangan jangka panjang, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, hingga warisan keluarga. Peluncuran SIAGA dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kesiapan masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan finansial masa depan.
Berdasarkan survei Populix pada 2024, sebanyak 94,4% orang tua menyadari pentingnya menyiapkan dana pendidikan sejak dini. Namun, hampir separuh dari mereka belum mulai melakukan persiapan tersebut.
Chief Partnership Distribution Officer MSIG Life, Inasari Andayani Atmodjo, menyatakan bahwa produk SIAGA tidak hanya memberikan manfaat finansial, tetapi juga nilai keberkahan bagi nasabah. Produk ini menawarkan manfaat hingga 175% dari total kontribusi yang dibayarkan melalui skema Dana Berkah.
Selain itu, SIAGA juga memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk mewakafkan sebagian manfaat, sehingga memberikan nilai ibadah jariyah. Keunggulan lainnya meliputi pembebasan kontribusi apabila peserta meninggal dunia selama masa pembayaran, serta santunan meninggal dunia lebih dari 100% dari total kontribusi.
Produk ini turut dilengkapi perlindungan tambahan terhadap risiko kecelakaan, termasuk saat menjalankan ibadah haji dan umrah, dengan santunan hingga Rp2 miliar.
Direktur Bisnis Nanobank Syariah, Uzan Tedjamulia, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Ia menegaskan bahwa SIAGA diharapkan mampu memberikan ketenangan serta manfaat finansial berkelanjutan bagi keluarga Indonesia.
SIAGA sendiri ditawarkan dengan pilihan masa pembayaran kontribusi selama 5 atau 8 tahun, serta masa perlindungan antara 15 hingga 20 tahun. Produk ini juga dikelola sesuai prinsip syariah dengan potensi pembagian surplus underwriting dari dana tabarru.












