Ekonomi Bisnis

Bank Sampoerna Perkuat DPK dan Kredit UMKM Tumbuh Positif

×

Bank Sampoerna Perkuat DPK dan Kredit UMKM Tumbuh Positif

Sebarkan artikel ini

Bank Sampoerna catat DPK Rp13,44 triliun dan kredit UMKM 57,16% di tengah tantangan ekonomi global serta dorong digitalisasi layanan keuangan.

Foto: Istimewa.

StockReview.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) terus memperkuat kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga akhir 2025, total DPK yang berhasil dihimpun perseroan mencapai Rp13,44 triliun.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Ia menilai bahwa perlambatan yang terjadi pada sektor tersebut dapat berdampak luas terhadap kondisi ekonomi secara keseluruhan.

Sebagai bentuk komitmen, Bank Sampoerna terus menyalurkan pembiayaan kepada UMKM dengan porsi kredit mencapai 57,16% dari total kredit hingga Desember 2025. Di sisi lain, perseroan tetap menjaga kualitas kredit dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross sebesar 3,79% dan NPL Net 2,28%, yang menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi pendanaan, peningkatan DPK turut didorong oleh pertumbuhan dana murah (CASA) yang naik menjadi 22,73% dari sebelumnya 16,12% pada akhir 2024. Hal ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat struktur pendanaan bank.

Kinerja positif juga tercermin dari pertumbuhan total aset sebesar 2,69% menjadi Rp18,2 triliun sepanjang 2025. Sementara itu, rasio kecukupan modal (CAR) berada di level 29,72%, menandakan kesiapan perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis secara berkelanjutan.

CEO Bank Sampoerna, Ali Yong, menekankan pentingnya transformasi digital dalam industri perbankan. Melalui pengembangan layanan berbasis Bank as a Service (BaaS), perseroan telah menggandeng lebih dari 50 mitra strategis, termasuk fintech, multifinance, dan koperasi, guna memperluas akses layanan keuangan digital.

Pemanfaatan BaaS mendorong peningkatan signifikan aktivitas transaksi digital sepanjang 2025. Volume transaksi tumbuh 21% secara tahunan menjadi Rp174 triliun, sementara frekuensi transaksi melonjak drastis dari 42 juta menjadi 643 juta transaksi.

Selain itu, Bank Sampoerna juga aktif meningkatkan literasi keuangan melalui program SampoernaFest. Program ini telah menjangkau ribuan nasabah baru dan melibatkan puluhan mitra UMKM lokal dari berbagai sektor.

Ke depan, Bank Sampoerna berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi UMKM serta memperkuat ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.