StockReview.id – Emiten jasa pertambangan PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan peningkatan kinerja pada kuartal I-2026 dengan lonjakan laba bersih yang cukup signifikan, seiring pertumbuhan pendapatan yang agresif.
Hingga 31 Maret 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD1,38 juta, naik 50,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD920 ribu. Sementara itu, laba per saham tercatat stabil di level USD0,0001.
Kinerja positif ini ditopang oleh lonjakan pendapatan yang mencapai USD284,13 juta, tumbuh 84,24 persen secara tahunan dari USD154,22 juta. Peningkatan tersebut mencerminkan ekspansi aktivitas operasional dan tingginya permintaan jasa pertambangan.
Seiring kenaikan pendapatan, beban usaha langsung juga meningkat menjadi USD247,44 juta atau naik 79 persen dari USD138,12 juta. Meski demikian, laba kotor tetap melonjak signifikan menjadi USD36,69 juta, meningkat 128,03 persen dari USD16,09 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, beban operasional turut mengalami kenaikan. Beban penjualan dan administrasi tercatat sebesar USD12,21 juta, sementara beban bunga dan keuangan meningkat menjadi USD17,31 juta. Selain itu, beban pajak final juga naik menjadi USD2,14 juta.
Secara keseluruhan, total beban meningkat menjadi USD34,98 juta dari sebelumnya USD12,77 juta. Hal ini menyebabkan laba sebelum pajak tercatat sebesar USD1,7 juta, menurun dibandingkan USD3,32 juta pada periode sebelumnya.
Namun demikian, beban pajak penghasilan yang turun menjadi USD626 ribu membantu menjaga pertumbuhan laba bersih, sehingga laba periode berjalan tetap meningkat menjadi USD1,08 juta dari USD1,02 juta.
Kinerja ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan biaya meningkat, PT Petrosea Tbk masih mampu menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pendapatan yang kuat di tengah dinamika sektor pertambangan.












