StockReview.id – Fungsi intermediasi melaju deras di penghujung 2022. Berdasarkan survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ekspektasi terhadap kinerja perbankan pada triwulan IV-2022 optimis.

Tercermin dari indeks ekspektasi kinerja (IEK) sebesar 81 pada kuartal keempat 2022. Meningkat dari 80 pada triwulan III-2022. Optimisme kinerja perbankan didorong oleh ekspektasi peningkatan penyaluran kredit yang berdampak pada peningkatan laba dan modal perbankan.

“Optimisme kenaikan pertumbuhan kredit didorong ekspektasi akan membaiknya permintaan. Pertumbuhan kredit diperkirakan masih akan terus meningkat di tengah kondisi pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang dapat mendorong kegiatan ekonomi masyarakat untuk terus tumbuh,” mengutip Laporan Profil Industri Perbankan OJK pada Rabu (4/1).

Bankir memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit hapus buku diperkirakan relatif stabil, sedangkan untuk kredit restrukturisasi dan undisbursed loan diperkirakan menurun seiring dengan membaiknya kinerja debitur dan perkiraan peningkatan penyaluran kredit.

“Dari sisi pertumbuhan kredit, diperkirakan kredit masih akan tumbuh 2,81% kuartalan pada triwulan IV-2022. Meningkat dari realisasi pertumbuhan kredit pada triwulan III-2022 sebesar 1,59% (qtq). Secara tahunan, kredit diperkirakan akan tumbuh sebesar 11,86% year on year (YoY) tambah laporan itu.

Adapun sektor ekonomi yang diperkirakan menjadi motor pertumbuhan kredit adalah sektor perdagangan besar dan eceran, konstruksi, serta industri pengolahan. Lebih lanjut, berdasarkan jenis usaha, penyaluran kredit kepada UMKM dan Korporasi juga diperkirakan meningkat.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan kredit perbankan tumbuh 11,16% YoY menjadi Rp 6,347 triliun per November 2022. “Utamanya ditopang oleh kredit investasi yang tumbuh 13,15% yoy. Sementara kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh 11,27% yoy dan 9,10% yoy,” ujar Dian beberapa hari lalu.